Catatan Politik Kanalntb.com


MATARAM, kanalntb.com – Peta politik jelang Pilgub NTB 27 Juni 2018 mulai terlihat. Masing-masing pasangan calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur NTB semakin percaya diri (PD) untuk dapat memenangkan pertarungan. Tidak terkecuali pasangan TGH. Ahyar Abduh – Mori Hanafi. Paslon yang diusung mayoritas partai politik ini layak PD lantaran punya mesin politik yang sangat besar.

Bayangkan, enam partai politik dengan jumlah total 32 kursi di legislatif kompak mengusung paket Ahyar-Mori. Parpol itu adalah Partai Gerindra dengan delapan kursi, PPP dengan enam kursi, PAN dengan lima kursi, PDI Perjuangan dengan lima kursi, Partai Hanura lima kursi, dan Partai Bulan Bintang (PBB) tiga kursi.

Entah apa motif di balik kekompakan enam partai politik ini mengusung Ahyar – Mori. Pasangan calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur NTB ini membuat jargon “NTB Untuk Semua”. Ya, jargon politik yang seolah ingin menunjukkan bahwa selama ini NTB hanya milik golongan tertentu. Hanya milik satu kekuatan entitas yang mungkin dinilai tidak pandai “berbagi”.

Paslon Ahyar-Mori ini juga unik lantaran figurnya merupakan politisi berpengalaman. Menyebut nama Ahyar, tidak lepas dari Partai Golkar. Selama ini, Ahyar tergolong berhasil memimpin Kota Mataram. Tidak tanggung-tanggung, sudah tiga periode berjalan Ahyar berkuasa di Kota Mataram. Bahkan mungkin lebih lama.

Keberadaan Ahyar sebagai kader Golkar secara tidak langsung menarik perhatian elit partai Pohon Beringin itu terutama mereka yang berdada di DPP Partai Golkar. Tidak terkecuali juga menarik kader dan simpatisan Partai Golkar NTB. Dalam politik, sangat memungkinkan jika kader atau simpatisan Golkar justru lebih jatuh hati pada figur Ahyar Abduh.

Nah, ruh Partai Golkar bisa saja menjadi kekuatan tersendiri bagi Ahyar. Belum lagi kekuatan parpol lainnya seperti Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) dan Partai Idaman. Kedua partai ini pun setidaknya akan menjadi magnet politik tersendiri bagi pasangan Ahyar-Mori. Ya, magnet lantaran PKPI punya kursi disejumlah DPRD kabupaten/kota di NTB.

Sebagai politisi gaek, Ahyar juga dikenal luas oleh masyarakat NTB. Termasuk di level nasional dan tentunya di kalangan elit kekuasaan. Tokoh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini baru-baru ini juga membuat sontak publik Indonesia lantaran “tendangan gledeknya”.

Sedikit yang mengetahui ternyata Ahyar merupakan seorang pesilat. Dia juga dikenal sebagai figur yang tenang, figur yang murah senyum, dan tentu sangat terbuka dengan semua orang. Beragam kelebihan yang dimiliki Ahyar itu membuatnya berpotensi memimpin NTB pascakepemimpinan TGB H.M Zainul Majdi.

Tidak hanya Ahyar Abduh yang cukup fenomenal. Politisi muda Partai Gerindra Mori Hanafi pun tidak kalah gemilang. Tidak heran di awal-awal perpolitikan jelang Pilgub NTB, nama Mori Hanafi menjadi sorotan. Dia bahkan sempat disebut-sebut akan berpasangan dengan H.Moh. Suhaili FT yang juga Ketua DPD Golkar NTB.

Mori Hanafi yang sebelumnya menduduki jabatan Wakil Ketua DPRD NTB juga punya jejaring luas. Tidak heran jika saat pelantikannya sebagai nggota DPRD NTB 2014 Mori Hanafi memperoleh banyak ucapan selamat dari berbagai pihak. Sedikit yang mengetahui jika Mori juga cukup dikenal dikalangan artis ibukota.

Kini, lagi-lagi Mori Hanafi pun memperoleh kepercayaan mayoritas partai politik di NTB untuk memimpin NTB. Tokoh muda asal Bima ini juga disebut-sebut berpotensi meraup banyak suara. Terutama para pemilih pemula yang jumlahnya terus bertambah.

Ya, Ahyar-Mori merupakan pilihan ideal masyarakat NTB. Duet Ahyar-Mori ini akan semakin ideal dengan gerakan mesin partai politik pengusung yang dahsyat. Anda berminat memilih Ahyar – Mori, silakan gunakan hak pilih anda pada 27 Juni 2018 dengan mendatangi Tempat Pemilihan Suara (TPS). (redaksi)

2
100%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here