KSB, kanalntb.com – Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Barat, Manurung S.Pd, kepada wartawan mengungkapkan, hingga kini dirinya belum menerima petunjuk teknis dari pusat untuk menerapkan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebagai pengganti Beras Sejahtera (Rastra). Padahal berdasarkan instruksi pusat, program BPNT itu berlaku mulai bulan Februari 2018 ini.

Namun, di KSB menurutnya hingga kini belum ada e-warung yang ditunjuk.

Menurutnya, Kementerian Sosial (Kemensos) menghapus program Rastra diganti BPNT. Rencananya BPNT akan didistribusikan dengan menggunakan kartu keluarga sejahtera (KKS).
Adapun setiap keluarga penerima manfaat akan mendapatkan jatah Rp 110.000/bulan. Tapi pihaknya masih bingung bagaimana melaksanakan program ini.

“Kami masih bingung bagaimana menerapkan program ini. Sebab kalaupun masyarakat nanti punya KKS, tetapi tidak ada e-warung, mau belanja ke mana?” kata Manurung.

“Sekarang seharusnya sudah ada juklak dan juknis. Tapi, belum ada. Pendataan pun belum diverifikasi,” imbuh Manurung di Gedung Jendral Sudirman kota Taliwang, Senin,(19/2).

Manurung menuturkan, bantuan nontunai itu nantinya bisa dibelikan kebutuhan pokok. Diantaranya seperti beras dan telur di warung yang telah ditunjuk (e-warung). Keluarga penerima manfaat bisa berbelanja dengan menunjukkan KKS yang mereka miliki.

E-warung merupakan program Kementerian Sosial untuk menyalurkan bantuan beberapa kebutuhan pokok masyarakat yang berkualitas. Dengan demikian, diharapkan barang yang dibeli tidak dikeluhkan lantaran kualitasnya terjamin.

Soal pembagian rastra yang digratiskan mulai tahun ini, Manurung membenarkannya. Hal itu berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri tentang Pelaksanaan Program Rastra dan BPNT 2018.

Sebelumnya, rastra dibagikan sesuai dengan kuota yang ditentukan pusat. Selanjutnya, rastra disalurkan kepada yang membutuhkan di setiap desa berdasarkan pendataan dari pemerintah desa setempat. Selain itu, rastra sebelumnya juga harus ditebus Rp 1.600/kg.

Digratiskannya rastra tentu akan mengurangi beban masyarakat. Sebab, dengan program tersebut masyarakat dapat terbantu tanpa harus mengeluarkan uang untuk membeli beras.

“Program baru ini juga untuk mengurangi beban dari setiap desa dalam membayar rastra setiap tahun. Jadi, tidak akan ada lagi desa yang menunggak ke depannya,” jelas Manurung.(DHEV)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here