LOMBOK TENGAH, kanalntb.com – Kepala desa Aik Berik, Batukliang Utara, Muslehudin, dilaporkan ke Inspektorat Lombok Tengah (Loteng), karena diduga selewengkan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2017.

Puluhan  warga yang melaporkan Muslehudin, Selasa (6/2) siang meminta inspektorat segera melakukan audit investigasi terhadap bersangkutan. Tidak hanya itu, mereka juga akan melaporkan hal ini ke aparat penegak hukum.  “Kami minta Inspektorat segera mengeluarkan hasil audit investigasinya. Jangan bertele-tele,” ujar Andra, koordinator lapangan (korlap).

Apalagi ini, kata Andra, sudah jelas ada dugaan penyelewengan atau praktik mark up, seperti dalam pembebasan lahan untuk pembuatan home stay di dusun Aik Berik Barat. Dalam pembelian lahan seluas 8 are itu, tercatat Kades membeli dengan harga Rp 100 juta. Tapi kalau mengacu pada NJOP, harga per are di lahan itu sekitar Rp 2 juta. Bila dikalikan 8 are, maka akan jatuh di angka Rp 16 juta. Tapi ini, pembeliannya sudah melampaui harga di NJOP. “Lantas apakah ini tidak dinamakan mark up,” tegas tokoh pemuda desa Aik Berik.

Kemudian, pengerjaan talud di dusun Gunung Jae senilai Rp 80 juta, hingga kini belum dikerjakan. Tapi di APBDes masuk dalam anggaran tahun 2017. Jadi kemana anggaran pengerjaan talud itu. “Tidak hanya di dua item pengerjaan ini saja, tapi masih banyak dugaan penyelewengan yang dilakukan Kades,” jelasnya.

Untuk itulah, pihaknya meminta Inspektorat segera melakukan investigasi terhadap anggaran DD dan ADD sebesar Rp 889 juta agar persoalan itu cepat clear.

Sementara, kedatangan masyarakat disambut bagian Pengendali Teknis Inspektorat Loteng, I Nyoman Budiarta. “Kami sedang lakukan audit investigasi terhadap persoalan ini. Bahkan ketika warga memberikan laporan, kami langsung tindak lanjuti,” ujarnya.

Namun, untuk sementara ini pihaknya belum bisa memberikan keterangan lebih jauh. Apalagi akan memberikan rekomendasi terhadap persoalan ini. Pasalnya tim sedang bekerja melakukan audit investigasi. “Kalau sudah ada hasil, kami akan kasih tahu,” pungkasnya.(DIK)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here