MATARAM, kanalntb.com – Belasan pelajar, tingkat Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan, terjaring razia Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Nusa Tenggara Barat, setelah melakukan penyisiran di sekitar wilayah Mataram di saat jam sekolah masih berlangsung.

“Kita melakukan penyisirah di wilayah Mataram, di tempat playstation, warung makan, dan warung internet, sebagai bentuk pembinaan, sejak SMA dan SMK menjadi wewenang Provinsi NTB,” ungkap Abdul Wahab, Kepala Seksi Operasional dan Pengendalian Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Nusa Tenggara Barat, Rabu (7/2).

Sebanyak 18 pelajar dari berbagai sekolah SMA/SMK terjaring pada razia kali ini, yang merupakan, kegiatan rutin Polisi Pamong Praja Provinsi Nusa Tenggara Barat, bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB. Untuk, menertibkan sejumlah pelajar, yang kerap membolos di saat jam sekolah.

Menurut Abdul Wahab, pembinaan ini telah dilakukan sejak akhir 2017. Di mana siswa kebanyakan ditemukan di tempat bermain playstation, warung makan dan warnet, dengan beragam alasan.

“Yah kita banyak temukan, di tempat playstation, warung makan, dan warnet, sudah rutin dari tahun 2017,” ungkapnya ketika ditanya wartawan.

Paska terjaring razia, para siswa akan dilakukan berita acara pemeriksaan (BAP) dan pihak Sat Pol PP akan memanggil kepala sekolah yang bersangkutan untuk dikembalikan. Sementara untuk sanksi sepenuhnya akan diberikan kepada pihak sekolah.

“Kita lakukan BAP, setelah itu, kita akan panggil kepala sekolah yang bersangkutan untuk melakukan penjemputan, dan saksi diberikan sepenuhnya kepada pihak sekolah,” kata Abdul Wahab.

Selain itu untuk meminimalisir, kejadian serupa, pihaknya telah meminta agar tempat playstation dan warnet, untuk tidak menerima pelajar yang masih berpakaian seragam di jam sekolah.

“Kita telah himbau, tempat playstation, dan warnet, agar tidak menerima pelajar, disaat jam sekolah,” tandasnya. (HANDI)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here