LOMBOK UTARA, kanalntb.com РPemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) menjajaki kerjasama dengan sejumlah investor asal Korea Selatan (Korsel).

Hal ini mencuat setelah Wakil Bupati Lombok Utara Syarifudin SH, di dampingi Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Lombok Utara bertandang ke negeri Gingseng itu pada 15 Januari 2018, untuk menindaklanjuti undangan para investor yang akan berinvestasi di Indonesia, khususnya Lombok Utara.

Wakil Bupati KLU Syarifudin SH mengatakan, kerjasama dengan beberapa perusahaan yang ada Korsel antara lain Pabrik LED dan PJU berbahan bio solar.

“Disana kami mengunjungi 6 tempat, salah satu tujuan untuk menjalain hubungan kerja sama dengan para investor yang berminat berinvestasi di KLU,” ungkap Syarifudin saat menggelar jumpa pers di kantor Bupati KLU, Rabu (24/1).

Baca Juga : Unik ! Ritual Adat Empas Menanga Mual Akar-Akar, Potensi Wisata Dunia Lombok Utara

Menurut Syarif, di kabupaten termuda di Nusa Tenggara Barat (NTB) itu masih sangat kekurangan listrik, di mana saat ini pihaknya hanya mampu menyediakan pasokan listrik sebesar 3 Mega Watt (MW) sementara pihaknya menilai masyarakat kurang lebih membutuhkan sebesar 14 MW.

Photo : Wakil Bupati KLU Syarifuddin saat di Korsel (Ist)

“Mengingat di KLU dengan sumber daya alam yang begitu memadai, itu sebabnya yang paling kita sasar itu bio solar karena ini memang kebutuhan kita di KLU,” tegasnya.

Sembari menambahkan, dalam pertengahan Pebruari ini mereka (para investor – red) akan datang meninjau lansung untuk datang ke KLU.

Lebih lanjut Syarif, menyatakan tidak hanya listrik LED dan PJU berbahan bio solar saja yang akan di kerjasamakan, tetapi ada beberapa perusahaan lagi yang sudah menawarkan diri seperti perusahaan kosmetik, alat berat, besi baja.

“Mereka rencananya akan membuat pabrik atau perusahaan di sini, meski begitu tapi pihak investor akan tetap mengunakan lebel Indonesia,” kata syarif.

Sementara itu Kepala Bagian Administrasi Pembangunan KLU L. Majemuk menambahkan dalam persentase di hadapan para investor tersebut pihaknya menyampaikan beberapa potensi yang di miliki lombok utara.

“Saya sampaikan, setelah mendengar potensi, dan mendengar kunjungan wisatawan di KLU mencapai hampir 2.000 kunjungan setelah high season, mereka menyatakan ketertarikannya dan berencana akan menyambangi bumi Tiuq Tata Tunaq ini pada Pebruari 2018.

“Kami menyampaikan tentang potensi wisata di KLU seperti 3 Gili, Air terjun dan masih banyak lagi,” ujarnya.

Meski demikian, ia minilai saat ini masih banyak faktor pendukung yang masih kurang memadai seperti dermaga yang perlu di perlebar lagi, sementara di beberapa titik air terjun yang lokasinya sangat jauh masih banyak yang belum menggunakan PJU.

“InsyaaAlloh semoga kerja sama ini bisa cepat terealisasi dan dermaga gili trawangan dan meno juga harus di perlebar,” harapnya.

Lebih jauh menyoal tentang dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) di dalam menjalin kerjasama ini, kata dia, kerjasama ini merupakan murni motivasi dari pemerintah untuk membangun daerahnya.

“InsyaAlloh tidak ada masalah kan ini juga sesuai dengan kebutuhan daerah,” tukasnya.

Sementara terkait dengan kebutuhan lahan pihaknya menegaskan, selama pihaknya melihat keseriusan mereka, kenapa tidak untuk menyiapkan lahan yang di butuhkan oleh para investor.

“Selama mereka benar-benar serius kanapa tidak kita akan siapkan, tinggal bagai mana pemetintah menyikapinya saja,” katanya. (k7)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here