SUMBAWA BESAR, kanalntb.com – Puluhan pekerja proyek pembangunan Hotel Moyo Dive Centre di Desa Labuhan Haji, Pulau Moyo, Sumbawa, mengadukan nasibnya ke DPRD Sumbawa. Mereka menyuarakan aspirasi tentang upah bernilai ratusan juta rupiah yang belum dibayar pemilik hotel, yang berlokasi di salah satu pulau terindah di Indonesia itu, Selasa (7/11).

Massa pekerja yang tergabung dalam Front Pemuda Peduli Keadilan (FPPK) Pulau Sumbawa mengungkapkan, total upah yang belum dibayarkan kepada mereka sebesar Rp338 juta.

Dalam orasinya, koordinator aksi, Imran Efendi, juga menuntut pemilik hotel, Mr Morro, untuk segera melunasi pembayaran material kayu yang digunakan untuk pembangunan proyek hotel tersebut.

“Upah tersebut sangat dibutuhkan bagi keberlangsungan keluarga para pekerja,” ujar Imran.

Bukan itu saja, FPPK mempertanyakan juga legalitas berdirinya hotel tersebut karena kuat dugaan pembangunannya belum memiliki izin mendirikan bangunan (IMB) dan analisis dampak lingkungan (amdal) .

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sumbawa Khairuddin SE, yang akrab dipanggil Her, didampingi beberapa anggota Komisi IV, yang menerima demonstran, berjanji akan membahas permasalahan itu minggu ini. Mereka akan memanggil pihak perusahaan, kantor Imigrasi, Disnakertran, Kantor Perizinan, Camat Labuhan Badas, Kades Labuhan Aji, dan pihak terkait lainnya, untuk membahas apa yang menjadi aspirasi para pekerja.

“Kami akan agendakan pertemuan pada Kamis (9/11). Beri kami kesempatan untuk bersurat kepada instansi terkait serta pemilik dan manajemen keuangan hotel tersebut, agar persoalannya menjadi jelas,” tandas Her. (k9)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here