MATARAM, kanalntb.com – Ketua Fraksi Gerindra DPRD NTB H. Hamja menolak gelar pahlawan yang disematkan kepada Almagfurullah Maulana Syekh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid. Meski terkesan terlambat, dia menilai gelar pahlawan itu sarat muatan politis. Terlebih, saat ini NTB dipimpin TGH M. Zainul Majdi yang merupakan cucu Maulana Syekh.

Hamja menilai masih banyak tokoh NTB yang seyogianya memperoleh gelar pahlawan nasional. Bahkan, para tokoh tersebut lebih berperan dalam mempertahankan kemerdekaan dibandingkan Maulana Syekh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid. “Tuan Guru ini kan hanya sebagai representasi basis masyarakat lokal. Kalau sebagai pahlawan lantaran memajukan pendidikan di daerah saja, ya mungkin bisa,” papar Hamja kepada kanalntb.com, Rabu (8/10).

Hamja justru membandingkan peran Maulana Syekh dengan Presiden RI ke-2 Soeharto yang dinilai jauh lebih memberikan manfaat kepada negara. Dia menduga mulusnya pengusulan gelar pahlawan tersebut lantaran ada deal politik untuk kepentingan pemilu, baik pilkada serentak 2018 maupun Pilpres 2019. “Tampak kental nuansa politiknya jelang Pilgub NTB dan Pilpres 2019,” ungkapnya.

Hamja menyatakan ada sekenario politik di balik pemberian gelar pahlawan nasional terhadap TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid itu. Meski begitu, dia tidak memaparkan secara gamblang skenario politik seperti yang dimainkan.
Tidak hanya di Pulau Lombok, Hamja yang baru tiga tahun menjabat anggota DPRD NTB itu menilai di Pulau Sumbawa punya banyak tokoh yang layak diberikan gelar pahlawan nasional. “Di Sumbawa ada tokoh yang jelas-jelas jiwa raganya dipertaruhkan untuk bangsa ini. Kok ini hanya tingkat kabupaten, Desa Selong-Pancor, saja justru bisa jadi pahlawan,” ungkapnya.

Bahkan, dia mencontohkan bagaimana di Jerowaru saja banyak tokoh yang pengaruhnya melebihi Maulana Syekh tersebut. Dia menyayangkan sikap pemerintah NTB yang cenderung hanya mementingkan kelompok tertentu di NTB. Padahal, selain Maulana Syekh, banyak lagi tuan guru yang seyogianya diusulkan sebagai pahlawan nasional.

Di lain pihak, Sekretaris DPD Partai Demokrat NTB Zainul Aidi menyayangkan sikap Ketua Fraksi Gerindra tersebut. Dia menuturkan, pemberian gelar pahlawan tersebut harus melalui proses panjang dan mendalam. “Seharusnya, pemberian gelar pahlawan untuk tokoh sekaliber TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat,” paparnya.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB H. Akhsanul Khalik mempertanyakan kembali motivasi Hamja mengeluarkan pendapat seperti itu. Dia meminta Hamja lebih banyak belajar tentang mekanisme pengusulan gelar kepahlawanan.
“Sebaiknya pelajari dulu bagaimana tata cara pengusulan gelar pahlawan nasional.Itu saja,” tandasnya. (k2)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
1
100%
sad
0
0%
angry

6 COMMENTS

  1. Mr hamja, seharusnya bersyukur dr NTB ada yg dibanggakan, ya emang gitulah kalau diliat dr kacamata politik antum menilainya, kalau gini pak hamjo ndk bakalan naik lagi kayaknya besok nyaleg hehe, nyesel milihnya wkwkw….

  2. Pak hamja, kok anda ngomong seperti bukan wakil rakyat. Saya rasa semua orang tau bagaimana poresnya sehingga gelar tersebut disematkan kepada beliau, kayaknya anda menjadi wakil rakyat tidak melalui peroses, ya mungkin melalui proses sih tapai proses yg instan.

  3. pak hamza yg terhormat, jgn cari cari sensasi dah saya bukan orang lombok timur atau selong, bapak tau gak almrhum adalah ulama dunia dan di kenal baik oleh pemerintah arab sudi dan timur tengah lainnya dalam memperjuangkan agama allah, bapak cuma bilang tingkat kabupaten, pak pak, lebih banyak belajar dan baca tentang sejarah dulu ya pak, yg pahlawan bukan hanya pahlawan perang ya pak, anda wakil rakyat bukan harus di hormati rakyat,tapi anda harus hormat sama masyarakat dan rakyat,krn tanpa rakyat anda bukan siapa siapa. siap siap aja pemiliham berkutnya anda bukan siapa siapa, krn gak kelpilih lagi. q

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here