MATARAM, kanalntb.com – Sidang paripurna penetapan Raperda inisiatif DPRD NTB pandangan Fraksi-fraksi atas empat buah Raperda prakarsa DPRD NTB tanpa kehadiran satupun eksekutif membuat suasana sidang menjadi gaduh. Senin (6/10)

Anggota DPRD NTB dari Fraksi PAN Burhanudin Jafar Salam, setelah paripurna DPRD NTB dibuka oleh Wakil Ketua DPRD H. Abdul Hadi langsung melakukan interupsi karena ketidak hadiran eksekutif. “Seharusnya eksekutif hadir di paripurna ini. Tidak sekali ini dia lakukan. Ini sama sekali tidak elok, tolong penjelasannya” tegasnya.

Wakil Ketua DPRD NTB Abdul Hadi langsung mencoba menenangkan dan mengatakan bahwa informasinya Gubernur dan Wakil Gubernur tidak ada di tempat dan akan diwakili oleh Sekda. “Pak Gubernur dan Wagub tidak hadir. Diwakili sekda yang dalam perjalanan ke sini,” ungkapnya.

Jawaban Abdul Hadi tersebut alih alih bisa menenangkan malah membuat situasi mulai memanas.
Anggota DPRD NTB dari Fraksi PPP Nurdin Ranggabarani menyusul kembali interupsi. Menurutnya bahwa setiap perda itu diusulkan oleh dua lembaga bukan satu pihak. “Ini bukan persoalan tidak elok. Saya minta paripurna ini ditunda sampai ada perwakilan eksekutif yang hadir,” tegas dewan dikenal vokal ini.

Pimpinan sidang paripurna pun langsung mengambil tindakan untuk menskorsing rapat paripurna sampai ada perwakilan eksekutif yang hadir. (k2)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here