MATARAM, kanalntb.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Mataram memperkirakan akan mengalami pengurangan jumlah pemilih di Kota Mataram. Penurunan tersebut sebesar lima persen dari seluruh jumlah pemilih.

“Berkurang sekitar lima persen, ” ujar Ketua Komisioner KPU Kota Mataram HM Ainul Asikin, Kamis (2/11).

Asikin menuturkan kepada kanalntb.com data pemilih baru masih belum rampung dimutakhirkan. Sebab itu data pemilih masih menggunakan data lama. Berdasarkan data lama, ada sebanyak 300 ribu pemilih. Namun jumlah ini dikatakannya mengalami penurunan sebesar 5 persen.

Ada banyak faktor yang menyebabkan data pemilih berkurang. Mulai dari pemilih yang pindah, seperti yang diketahui penduduk Kota Mataram dominannya merupakan pendatang. Selain itu juga dikarenakan ada yang sudah meninggal dan lainnya.

Faktor lainnya yakni faktor Kartu Tanda Penduduk (KTP). Semua pemilih diwajibkan untuk memiliki KTP Elektronik (KTP-el). Sementara ini masih banyak penduduk Kota Mataram yang belum memiliki KTP-el. Hal ini dikarenakan blanko kurang dan lowongnya jabatan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil).

Masih terkait pemilih di Pilgub 2018 mendatang. Keberadaan pemilih pemula juga menjadi perhatian KPU Kota Mataram. Kelompok pemilih ini sangat rentan untuk melakukan golput (tidak memilih siapapun).

Mengantisipasi hal tersebut, KPU Kota Mataram intens melakukan sosialisasi ke beberapa sekolah. Seperti ke Man 2 Mataram, SMAN 2 Mataram, SMAN 3 Mataram, SMAN 5 Mataram, dan beberapa sekolah lainnya.

Asikin mengatakan, sosialisasi dilakukan agar para pemilih pemula bisa lebih siap dalam menentukan hak suaranya. Kemudian secara teknis, mereka mengerti alur yang harus dilewati di tempat pemungutan suara (TPS).“

“Kita akan terus kejar semaksimal mungkin, karena pemilih pemula orang yang belum mengerti, belum tahu cara masuk, minimal tidak salah coblos,” jelasnya.

Ia melanjutkan, sosialisasi tersebut tidak hanya disekolah saja. Pihaknya juga akan melanjutkan kegiatan itu ke masyarakat yang ada di lingkungan kelurahan. Mereka juga perlu mendapatkan penjelasan terkait mencoblos saat Pilkada mendatang.

Kegiatan itu tentunya untuk menekan angka golput di kalangan pemilih pemula. Para siswa diberikan pemahaman melalui materi kepemiluan dan diajak simulasi pencoblosan di TPS yang sudah disediakan.(k8)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here