Oleh : Adi Supriadi (*)

Setiap tanggal 10 November kita semua memperingati momen bersejarah yang kita sebut dengan hari Pahlawan, tak lama setelah Proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 disiarkan, Sekutu tidak tinggal diam kemudian November 1945 Tentara Inggris dan sekutunya melakukan Agresi militer kedua. Kaum muda Indonesia tidak menerima agresi tersebut melakukan perlawanan lalu terjadilah peristiwa 10 November 1945 dengan menggemanya teriakan Takbir Bung Tomo di Surabaya, Kaum muda saat itu melakukan perlawanan.

Tulisan ini mencoba membuka sedikit cara berfikir kita tentang melihat sosok Pahlawan, Sebuah pertanyaan yang harusnya muncul dalam diri kaum muda adalah mengapa di setiap Film Superhero (Pahlawan Super) selalu saja harus menggunakan Topeng. Bahkan zaman 80 an ada sebuah cerita anak-anak yang berjudul “Pahlawan Bertopeng”, Kenapa Pahlawan selalu menggunakan sosok yang bertopeng, apakah memang Pahlawan selalu berusaha membuat orang lain penasaran? Apakah Pahlawan selalu berusaha menutupi keaslian jati dirinya. Anda tinggal sebut film pahlawan apapun pasti menggunakan topeng. Spidermen, Batman, Cat Woman bahkan yang terbaru Iron-Man, dll dan terakhir mereka bersatu dalam “Avenger”, Sebagian besar mereka bertopeng. Jikapun mereka tidak bertopeng seperti “Superman”, tetap saja mereka tetap menyembunyikan jati dirinya.

Anda pernah tau jawabannya? Jawaban yang paling masuk akal adalah ketika mereka menjadi pahlawan maka akan banyak orang “memusuhinya” karena Pahlawan bekerja digaris kebenaran, Menegakkan keadilan, membela yang lemah dan tak berdaya dan menumpas segala bentuk kezaliman dan kebathilan. Lalu apa hubungannya dengan Topeng? Atau apa hubungannya dengan Identitas yang disembunyikan? Karena mereka Pahlawan, penjahat yang memusuhi mereka banyak maka para pahlawan ini bukan dalam rangka melindungi diri tetapi sesungguhnya sedang melindungi orang-orang terdekat mereka, orang-orang yang menurut Pahlawan tidak berdaya. Jangan sampai karena kepahlawananannya justru orang-orang terdekatnya, teman, keluarga dan masyarakat yang mengenalnya menjadi korban.

Apakah kondisi itu hanya ada dalam film? Jika Kita menelisik histori Pahlawan Kita maka dulu pun terjadi, saat mereka akan berperang mereka berusaha mengungsikan orang-orang tercintanya termasuk ayah ibu mereka.

Tetapi, Topeng yang dimaksud dalam tulisan ini bukan topeng karena Anda seorang Pahlawan yang ada di film-film itu. Tapi Topeng-topeng kepalsuan, topeng-topeng ketidakberdayaan, Topeng-topeng kemiskinan dan meminta-minta, topeng ketidakmandirian dan lalu hidup dengan manja.

Kondisi inilah yang banyak terjadi pada kaum muda saat ini, Dengan berjuta alasan menolak pengembangan dirinya, berjuta alasan pula mereka berusaha membuat pembenaran sikap hidup yang sebenarnya salah, dengan dalih-dalih yang intinya hanya sebuah istilah “Ngeles”. Sehingga mereka tak memiliki kemampuan berkarya, kemampuan menciptakan, kemampuan berdikari, kemampuan untuk merubah nasib diri. Mereka menyerah dalam hidup mereka dengan topeng “tidak ada kesempatan”, mereka tak berdaya dengan topeng “tidak ada tawaran”.

Bagaimana mungkin Anda berteriak dengan bangga di Hari Pahlawan tetapi tak sedikitpun nilai kepahlawanan itu ada, Hakikat dasar seorang pahlawan adalah adanya keberanian untuk mengorbankan diri untuk kepentingan orang banyak melalui cara apapun, jika dulu berjuang dimedan perang maka hari ini berjuang dimedan karya cipta, menginspirasi orang lain dan banyak orang sukses ditangannya. Karena Sang Pahlawan selalu memperjuangkan idealisme itu.

Bagaimana bisa Anda disebut Pahlawan, ketika berjuang masih berharap nama Anda dikenang? Mana bisa Anda disebut Pahlawan ketika bekerja di sosial berharap masyarakat memuja Anda, bagaimana bisa Anda disebut Pahlawan saat berjuang di Partai Politik hanya sekedar mengejar Kursi Parlemen atau minta dicalonkan sebagai kepala Daerah. Pahlawan tidak pernah berfikir sampai kesana bahkan tak terfikir oleh mereka sedikitpun, mereka hanya berfikir tentang bagaimana ummat dan bangsa ini bisa mewujudkan cita-cita mereka dan Pahlawan akan memperjuangkan itu untuk mereka.

Maka, Buka dulu topeng-topeng Anda, Jadilah Pahlawan yang sebenarnya untuk Indonesia. Pahlawan memiliki cita-cita besar bukan untuk dirinya tetapi untuk orang lain baik yang dikenalnya ataupun tidak dikenalnya, baik yang sesuku seagama ataupun tidak sesuku dan tak seagama.

Karena sejatinya itulah Pahlawan.

Jika hari ini Anda melihat Ummat dan Bangsa ini dalam kondisi “terjajah” dan terintimidasi, tidak merdeka secara ekonomi, rusak akhlak dimana-mana, hancur moral tak pandang usia. Maka buka topeng kemalasan Anda, buka topeng ketidakberdayaan Anda, Jadilah Pahlawan untuk menyelamatkan Ummat dan Bangsa ini, Sekecil apapun karya cipta Anda, sekecil apapun suara dan tindakan Anda. Ketika itu semua diperuntukkan memperjuangkan Nasib Ummat dan Bangsa maka Anda adalah Pahlawan dan Anda tak perlu menggunakan Topeng.

Anda hanya membutuhkan kemauan bertindak, kemauan berbuat, kemauan bermanfaat. Penulis pernah membuat sebuah Quote “Dimana ada kemauan disitu banyak jalan, dimana ada kemalasan disitu banyak alasan”.

Buka Topeng Kemalasan, Ciptakan banyak peluang dan kesempatan. Bangunlah saat orang lain tertidur, berjalanlah saat orang lain baru bangun, berlarilah saat Orang lain masih berjalan, Terbanglah saat orang lain berlari dan Sukseslah ketika orang lain masih bingung mencari-cari alamat kesuksesan.

Maka Anda adalah Pahlawan!

* Lulus dari Fakultas Dakwah STAI Al-Haudl Ketapang, Kalbar, Melanjutkan Belajar Di Ma’had Al Imarat Bandung, Jawa Barat dan S-2 Manajemen di Universitas Winaya Mukti Bandung, Jawa Barat.

Opini ini adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian dari tanggung jawab redaksi kanalntb.com. Semua naskah yang diterima kanalntb.com merupakan hak kanal

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here