MATARAM, kanalntb.com – Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD NTB membantah bahwa pengusulan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pramuwisata 2016 tidak disertai naskah akademik atau bodong.

Ketua Bapemperda DPRD NTB H. Makmun, Selasa (7/11), membantah keras dan menyebut bahwa itu sudah dibahas melalui FGD dan diskusi. “Tidak ada perda bodong itu, hanya miskomunikasi. Pada setiap pembahasan raperda, kami selalu bahas bersamaan dengan naskah akademik. Itu sangat urgen sekali,” paparnya.

Dia mengaku tidak tahu jumlah perda yang sudah ditetapkan pada 2016. Saat itu Ketua Bapemperda diketuai Isvie Rupaeda, yang sekarang Ketua DPRD NTB, dan dia menjadi anggotanya. “Saya lupa berapa total raperda yang ditetapkan. Saya memang anggota Bapemperda saat itu,” ungkapnya.

Makmun menambahkan, target perda yang ditargetkan Bapemperda DPRD NTB untuk 2017 ada 10 raperda. Namun, tahun ini hanya bisa menyelesaikan delapan perda. “Empat raperda eksekutif sudah ditetapkan menjadi perda hingga Nopember ini. Sementara itu, empat lainnya dalam pembahasan,” tandasnya.

Dia mengakui banyak raperda yang tidak disertai naskah akademik sehingga pembahasannnya ditunda. “Sekarang saja ada fraksi yang menolak empat raperda prakarsa DPRD NTB karena tidak disertai naskah akademik. Itu sebenarnya dinamika saja,” pungkasnya. (k2)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here