LOMBOK TENGAH, kanalntb.com – Akhir pekan sudah tiba. Bagi anda yang ingin melepas penat setelah sepekan bekerja, tentu berlibur menjadi salah satu pilihan. Lombok yang merupakan salah satu kawasan wisata menyediakan banyak tempat wisata.
Bukit Merese, di Tanjung Aan Lombok Tengah merupakan salah satu kawasan wisata favorit. Pemandangannya indah dan memberikan kesan tersendiri bagi wisatawan. Lokasi itu menjadi pilihan wisatawan untuk berfoto ria.

Bagi yang suka berpetualang, bisa menggunakan jasa hantar menuju kawasan-kawasan indah lainnya. Termasuk kawasan Batu Payung. Anda cukup mengeluarkan uang kisaran Rp 100 ribu jika datang berdua. Tapi jika anda datang bersama rombongan keluarga, anda cukup mengeluarkan kocek Rp 350 ribu.

Hanya saja, anda harus waspada terhadap serangan segerombolan monyet liar yang ada disekitar Bukit Merese. Monyet-monyet ini muncul secara tiba-tiba dan langsung menyerang wisatawan yang membawa kresek berisi makanan ringan.
Martani salah seorang pengunjung kawasan wisata Meresek menjadi korbannya.

Beruntung saat itu dia sigap membuang bungkusan yang dibawanya. Gerombolan monyet itu dengan kasar langsung menyobek bungkusan dan mengoyak isinya.
Kuku tajam dan gigi tajamnya langsung mengoyak bungkusan. Bahkan botol tapperware pun bolong oleh gigitan monyet tersebut. Bisa bayangkan jika monyet-monyet itu menyerang pengunjung. Tentu hal itu sangat tidak diharapkan.
Joji, salah seorang pedagang pernak-pernik dan gelang mengatakan jika monyet-monyet itu kerap menyerang wisatawan. Tidak sedikit wisatawan menjadi korban. Bahkan, menurut Joji ada yang terluka. “Ada wisatawan yang luka akibat serangan monyet liar itu,” ujar Joji.

Sebagai warga setempat, Joji mengaku sangat akrab dengan alam sekitar. Tidak heran jika dia punya cara tersendiri menghindari monyet-monyet tersebut. Menurutnya, wisatawan tidak membawa tentengan berisi makanan ringan dalam kantong kresek. Kalaupun sudah terlanjur membawa, harus segera dibuang begitu gerombolan monyet datang. “Monyet-monyet itu hanya nyari makan dan minuman,” kata Joji.

Sebelumnya, masyarakat pernah menyerbu tempat persembunyian monyet-monyet itu. Lebih kurang lima monyet menjadi korban. Tapi, monyet-monyet itu tetap saja tidak mau pergi dari bukit itu. Dia sendiri tidak tahu pasti dari mana datangnya monyet itu. Masyarakat sekitar meyakini jika monyet-monyet itu sebagai penunggu Bukit Meresek.

Joji juga mengimbau agar pengunjung tidak melawan monyet-monyet itu jika tidak mau menjadi korban keberingasan monyet. Selain itu, monyet itu juga takut terhadap anjing. “Jangan coba dilawan,” ungkapnya. (k1)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here