KSB, kanalntb.com – Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sumbawa Barat,akan memanggil manajemen PT. Brantasbipraya untuk mempertanyakan permasalahan UMK.

“Pemanggilan terhadap manajemen PT Brantas kita agendakan Senin depan. Kita akan pertanyakan soal Kasus Mizar Alias jepang warga Desa Tepas Sepakat yang kerja di perusahaan itu,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) melalui kasi Pengawasan dan industri Tohiruddin SH kepada kanalntb, Kamis(26/10).

Tohir mengatakan, pihaknya akan meminta klarifikasi dari manajemen perusahaan terkait dengan laporan Mizar di Kantor Disnakertrans , Rabu (25/10).

Menurut Tohir, PT Brantasbipraya seharusnya bersikap sopan terhadap tenaga lokal, dan memberi kesempatan seluas-luasnya bagi tenaga kerja lokal.
Jangan sampai terjadi lagi di wilayah KSB terkait pengerobekan surat kontrak kerja yang dilakukan pihak managemen.

“Kan ada nota kesepahaman antara pemerintah daerah dengan PT. Brantasbipraya, terkait perekrutan tenaga kerja. Tenaga kerja lokal harus mendapat kesempatan yang sama untuk bekerja di perusahaan tersebut,” katanya.

ketika kanalntb menemui Mizar Munawar dikediamannya, berharap kepada Disnakertrans agar peduli dengan nasib tenaga kerja lokal. Dia juga menuding ada oknum pegawai di dinas itu yang bersekongkol dengan perusahaan dalam perekrutan tenaga kerja lokal. Buktinya pembayaran gaji untuk karyawan lokal tidak sesuai dengan Upah Minimum Kabupaten(UMK) dan Mizar mengakui hingga saat ini masih menerima gaji Rp 40.000 sehari,” ungkap mizar dengan wajah kesal. (k4)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here