MATARAM, kanalntb.com – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ternyata tidak begitu saja mengamini isu koalisi dengan Partai Demokrat jelang Pilkada di NTB. Ketua Departemen Pemenangan Pemilu dan Pemilukada DPP PKS H. Suryadi Jaya Purnama angkat bicara. Menurut dia, PKS punya strategi tersendiri dalam mengusung bakal calon kepala daerah pada pilkada serentak 2018.

Dia menyayangkan pernyataan salah satu pengurus DPD Partai Demokrat NTB, yang berani memastikan jika koalisi antara Partai Demokrat dan PKS dalam satu paket. Dia menambahkan, iklim politik masing-masing kabupaten/kota maupun provinsi sangat berbeda. Maka itu, pihaknya melakukan penetapan calon kepala daerah secara terpisah.
Lagi pula, saat ini PKS terus membangun komunikasi dengan sejumlah partai politik untuk membangun koalisi. “Masing-masing partai punya strategi dan kebijakan yang harus saling menghargai. Kami juga tetap membuka kemungkinan koalisi dengan partai lain, termasuk Partai Demokrat, tapi tidak dalam koalisi yang linier,” ujar Suryadi kepada wartawan (30/10).

Baca Juga : Ini Alasannya … Zulkieflimansyah Makin Pede “Dekati” Rohmi

Mantan Wakil Ketua DPRD NTB periode 2009-2014 itu menegaskan bahwa PKS akan mengumumkan calon secara bertahap. Diawali dari Pilbup Lombok Barat, Pilbup Lombok Timur, Pilgub NTB, dan terakhir Pilwalkot Bima.

Menanggapi hal ini, Ketua Bappilu Partai Demokrat NTB Nasib Ikroman menyatakan bahwa soal apa yang mnjadi pandangan PKS mengenai koalisi pilkada, sepenuhnya menjadi ranah masing-masing parpol. “Partai Demokrat juga memiliki strategi pemenangan dalam pilkada. Seperti juga PKS,” ungkapnya.

Selanjutnya apa yang menjadi strategi PKS tentu mnjadi urusan PKS. Komunikasi yang sempat dibangun antara PKS dan Demokrat secara resmi merupakan komunikasi awal. “Seperti yang sudah kami jelaskan sebelumnya,” tandasnya.

Baca Juga : Duet Dr. Zul – Rohmi Dikabarkan Positif dan Deklarasi di Hari Pahlawan

Dia menambahkan, ada berbagai perbedaan pandangan internal PKS yang tidak bisa dipengaruhi. “Tentu tidak bisa kami campuri. Sebab, di media juga ada yang bilang A, ada yang bilang B. Karena kami diajak komunikasi, ya komunikasi seperti dengan parpol lain yang juga sudah sangat maju perkembangannya,” paparnya.

Karena itu, koalisi yang dibangun Demokrat tidak berpengaruh dengan sikap PKS. “Kami memandang membangun NTB tidak bisa dipisah-pisah. Sebab, NTB itu satu kesatuan. Gubernur dan bupati harus memiliki kecocokan visi-misi. Kalau gubernur dan bupati tidak sejalan, yang akan jadi korban ya masyarakat NTB, ” tuturnya.

Baca Juga : Pilih PKS Bentuk Kepanikan Demokrat Jelang Pilgub

Dia menambahkan, sudah terlalu banyak program fisik dan nonfisik yang tidak berhasil. Hal itu akibat adanya friksi kebijakan gubernur dan bupati. “Jadi, kalau mau serius membangun daerah, kecocokan visi atau arah pembangunan daerah juga harus dibicarakan sejak awal. Tidak hanya bicara politik. Kecuali, politik hanya dipandang untung dan rugi,” pungkasnya. (k3)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here