MATARAM, kanalntb.com – Pengamat politik UIN Mataram Agus M.Si menilai koalisi Partai Demokrat dan PKS di Pilgub NTB 2018 sebagai bentuk kepanikan Demokrat. Menurutnya, pada dasarnya Partai Demokrat sejak awal menargetkan dapat berkoalisi dengan Partai Golkar. “Saya melihat Demokrat realistis membaca perkembangan politik,” ujar Agus kepada kanalntb.com (21/10).

Menurutnya, pilihan untuk berkoalisi dengan PKS itu dilakukan mengingat elektabilitas Hj.Siti Rohmi Djalilah tidak berkembang sejak diumumkan maju di Pilgub NTB. Meskipun memasangkan Sitti Rohmi dengan Zulkieflimansyah bukan target utama, tapi koalisi kedua partai ini menjadi posisi tawar dalam kontestasi politik NTB.

Agus menilai keberadaan TGB di Demokrat sebagai posisi tawar tersendiri bagi Demokrat. Dengan begitu, posisi tawar Rohmi terdongkrak di mata kader partai berlambang Mercy itu. Dia menegaskan koalisi kedua parpol ini bisa berjalan dengan baik meskipun kedua parpol ini sempat berseteru pada Pilgub NTB 2013. “Politik itu dinamis dan namanya koalisi itu nggak selalu bertahan lama dan masih bisa dibenahi lagi,” ujarnya.

Dikatakan, pada dasarnya jika ingin maksimal melanjutkan kepemimpinan TGB, seyogyanya Partai Demokrat mengambil posisi nomor 1. Hanya saja, komunikasi politik yang dibangun elit Demokrat dengan Partai Golkar buntu di tengah jalan.

Kondisi tersebut semakin diperkeruh dengan deklarasi H. Ahyar Abduh – Mori Hanafi dengan menggandeng tiga partai politik yakni Gerindra, PAN, dan PPP. “Tapi pilihan berkoalisi dengan PKS tidak lantas memengaruhi internal Demokrat meskipun mungkin ada yang tidak sepakat dengan keputusan itu,” papar dia.

Hubungan baik dengan PKS dapat terjalin dengan erat mengingat hubungan antara Dr.Zulkieflimansyah dengan TGB. Sejauh ini, kata Agus koalisi itu dinilai sangat realistis lantaran penguasaan kursi kedua parpol di DPRD NTB memenuhi syarat untuk mengajukan pasangan calon Kada. Partai Demokrat yang menguasai 8 kursi di DPRD NTB terlengkapi dengan kehadiran PKS yang menguasai 6 kursi sehingga total perolehan kursi menjadi 14 kursi. (K1)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here