MATARAM, kanalntb.com – Kabupaten Lombok Timur “menyalip” Kota Mataram terkait Smart City. Lombok Timur termasuk salah satu dari 50 kabupaten/kota yang dipilih sebagai Smart City. “Untuk NTB kami memilih Kabupaten Lombok Timur,” ujar Kasubdit Aplikasi Layanan Publik Direktorat e-govt Dirjen Aplikasi Informatika Keminfo RI Hapni septiana di Jakarta kemarin (30/10).

Dia mengatakan, sebanyak 70 kabupaten/kota yang mengusulkan Smart City. Hanya saja, setelah dikaji, pihaknya mengambil 25 kabupaten/kota di Indonesia. Pada tahun pertama pihaknya memilih 25 kabupaten/kota, tahun ke dua 50 kabupaten/kota, dan ke tiga 25 kabupaten/kota.

Dikatakan, Lombok Timur dipilih lantaran segi pengelolaan kas daerah ( PKD) Lombok timur sudah menyalurkan biayanya ke informasi dan teknologi. “Ini yang menjadi acuan dari Kemenkominfo. Jadi, daerah dikatakan Smart City bila masyarakat mendapat pelayanan yang nyaman kaitan dengan aplikasi atau sofeware, ” ungkapnya.

Selain itu, daerah tersebut juga harus melengkapi infrastruktur dan kemampuan fiskalnya. Adapun untuk biaya yang dikeluarkan agar bisa menjadi Smart City tergantung platform masing-masing daerah yang mengusulkan. Nantinya, dari hasil penyusunan itu baru diketahui berapa biaya yang dibutuhkan.

Hapni mengatakan Lombok Timur lebih dulu mengusulkan dibandingkan Kota Mataram. Maka itu, Kota Mataram dapat mengikuti tahun depan. Lagipula, Smart City ini akan diumumkan pada 10 November 2017 bertepatan dengan Hari Pahlawan.

Meski sejak 2013 mendeklarasikan Smart City, namun Kota Mataram belum pernah mengusulkan ke Kementerian Komunikasi dan Informatika. Pihaknya menyadari jika semua kabupaten/kota berlomba-lomba mengklaim daerahnya sebagai Smart City. Hanya saja tidak sedikit yang mengikuti proses sesuai ketentuan.

Baca Juga : Get! TV Awali Program Kota Digital, Gratis Internet Tanpa Batas di Kota Mataram

Daerah yang belum dapat melayani masyarakat dengan aplikasi online belum dapat disebut sebagai Smart City. Artinya, tidak cukup dengan hanya mengandalkan Megatron di jalan-jalan, tapi lebih pada pelayanan berbasis online sehingga memudahkan masyarakat mengakses informasi serta masyarakat senang dengan aplikasi itu. “Kami berharap ini dapat memicu daerah lainnya segera menjadi Smart City. Tidak saja pelatihan, kami tentu akan mendampingi serta melakukan pembinaan,” tegasnya. (K3)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here