KSB, kanalntb.com – Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus berupaya maksimal untuk memenuhi sarana dan prasarana pendukung penanganan pasien sakit jiwa (orang gila) yang ada di wilayah setempat. Baik itu tenaga medis, obat-obatan, maupun lokasi rehabilitasi yang nantinya digunakan sebagai tempat orang gila ini.

Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) KSB kepada kanalntb, Selasa (31/10) melalui Kepala Bidang Pecegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) H. M. Yusfi Halid S.KM, belum lama ini mengatakan, dalam tahun 2017 ini pihaknya mencatat ada sekitar 260 orang gila berhasil diidentifikasi yang berada di wilayah setempat. Dari jumlah kasus tersebut, saat ini diklaim semuanya sudah ditangani serta dilakukan rehabilitasi supaya kejiwaan orang-orang gila ini bisa kembali normal. Apalagi masalah orang gila ini akan mendapatkan penilaian khusus dari pemerintah pusat (Pempus) kepada para kepala daerah apakah masalah orang gila ini sudah ditangani dengan baik atau tidak oleh daerah. “Kita sudah siapkan langkah-langkah strategis dalam menyikapi masalah orang gila ini, bahkan sarana yang dibutuhkan juga sudah kita siapkan,” ungkapnya.

Dikatakannya, penanganan di tingkat daerah ini merupakan langkah awal yang dilakukan pihaknya. Makanya pemenuhan sarana yang lebih baik dan pelatihan tenaga medis yang mumpuni merupakan salah satu cara untuk menangani para pasien jiwa ini. Bahkan masing-masing Puskesmas nantinya akan ada lima perawat dan dokter dengan keahlian dan pelatihan khusus yang akan menangani para pasien ini. Tentu penanganan masalah ini juga akan dilakukan secara bertahap apabila tidak bisa ditangani ditingkat kabupaten, maka pihaknya akan merujuk para pasien jiwa ini ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di Mataram. “Kita sudah siapkan tenaga medis di masing-masing Puskesmas untuk menangani pasien jiwa ini. Selain itu, kita juga akan libatkan RSJ apabila kita sudah tidak mampu,” ungkapnya.

Seraya menyebutkan, ada beberapa faktor yang menyebabkan orang-orang ini mengalami sakit jiwa. Faktor keturunan merupakan faktor yang harus diwaspadai, karena sangat besar kemungkinan apabila ada salah satu keluarga yang mengalaminya akan berimbas kepada keluarga yang lain. Selain itu, faktor lingkungan dan faktor beban fikiran juga bisa menjadi penyebab orang bisa sakit jiwa. Khusus untuk faktor beban fikiran, rata-rata bisa terjadi karena kondisinya tidak diterima oleh keluarganya dan lingkungan sekitar. Karena merasa prustasi dengan kondisi tersebut, akhirnya fikirannya kacau dan tidak bisa dikontrol. “Sebenarnya faktor pemicu gangguan jiwa ini sangat bervariasi. Apabila ada indikasi ke arah gangguan jiwa, maka harus segera diambil sikap sebelum parah,” tukasnya. Pihaknya juga berharap kepada warga masyarakat, apabila para pasien jiwa ini kembali ke masyarakat untuk bisa diterima dengan baik.(k4)

0
0%
like
0
0%
love
1
100%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here