MATARAM, kanalntb.com – Ketua Bappilu DPD Partai Demokrat Nusa Tenggara Barat, M Nashib Ikroman, membantah jika Partai Demokrat maupun Hj Sitti Rohmi Djalilah pribadi pernah menjalin komunikasi agar bisa berpasangan dengan H M Ali Bin Dachlan dalam kontestasi Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur NTB 2018 mendatang.

“Kader Demokrat belum berpikir maju bersama kandidat non parpol. Apalagi melakukan komunikasi politik dengan H M Ali Bin Dachlan,” kata M Nashib Ikroman melalui pesan WhatsApp nya kepada kanalntb.com, Senin (23/10).

Pernyataan Ketua Tim Penjaringan Bakal Calon Kepala Daerah DPD Demokrat NTB itu, sekaligus mengklarifikasi pernyataan Direktur Tim Pemenangan Ali Bin Dachlan atau Ali BD, Basri Mulyani yang mengaitkan seolah-olah Partai Demokrat dan Hj Sitti Rohmi Djalilah ingin bersanding dengan Amaq Asrul pada Pilgub 2018 sebagai wakil H M Ali Bin Dachlan.

“Jadi sangat keliru jika ada klaim kalau kami atau kader Demokrat yang ngebet sama Ali BD,” tegasnya.

(Baca Juga: Maju Pilgub, Ali BD ” Pinang ” Mantan Istri TGB????)

Menurutnya, justru Bupati Lombok Timur dua periode tersebut yang sebaliknya sudah sejak lama berkeinginan maju atau menggandeng Partai Demokrat dan Hj Sitti Rohmi Djalilah untuk ikut dalam kontestasi Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur NTB 2018.
“Jadi kalau mau sama Sitti Rohmi, tim Ali BD tidak usah malu-malu. Karena itu hal biasa dalam politik,” katanya.

M Nashib Ikroman, mengatakan sampai saat ini kader Demokrat akan tetap maju melalui jalur partai politik (Parpol). Kendati demikian, Partai Demokrat sangat menghormati keinginan setiap warga negara maju melalui jalur non parpol. Karena juga sudah dijamin undang-undang.
“Kader Partai Demokrat tetap konsisten maju melalui parpol, sesuai jalan yang juga dijamin undang-undang,” jelas M Nashib Ikroman.

Tidak hanya itu, lanjutnya, Partai Demokrat juga sangat menghormati dan menghargai konstituen yang telah menggunakan hak pilihnya untuk memilih partai berlambang mercy tersebut melalui pemilihan umum (Pemilu). Sehingga, aspirasi dari Partai Demokrat disalurkan melalui jalur parpol dalam Pilkada.
“Jadi tidak perlu lagi kami kumpulkan KTP. Bahkan, saya tidak tahu kalau ada parpol yang kadernya justru kumpulin KTP dan berminat dukung kandidat non jalur parpol,” pungkas M Nashib Ikroman. (k2)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here