MATARAM, kanalntb.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) NTB melakukan sosialisasi Pengawasan Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD dan DPRD tahun 2019, Kamis (26/10).
Ada satu hal yang sangat krusial dan belum familiar di masyarakat yakni Non Tahapan (Peristiwa Politik) yang belum lama ini ditemukan di dua deklarasi Bakal Calon Gubernur NTB yakni H. Ahyar Abduh dan H. Moh. Suhaili FT.

Ketua Bawaslu NTB, H. Khuwailid, menyebutkan bahwa peristiwa politik yang terjadi di deklarasi Ahyar Abduh ditemukan ada fasilitas pemerintah seperti kendaraan yang digunakan. “Kita sudah bersurat siapa oknum yang melakukan itu untuk segera dilakukan penegakan disiplin,” ungkapnya.

Selanjutnya, dalam sebuah acara pemerintah yang dihadiri oleh banyak masyarakat didalamnya. Ada upaya mempertahankan dirinya untuk kembali maju jelang pilkada. “Ini sudah kita berikan teguran. Kita saling mengingatkan bahwa ini salah,” tegasnya.

Sementara itu Divisi Pencegahan dan Dan Hubungan antar lembaga,Umar Achmad Seth, juga mengungkapkan lebih kepada konsep bahwa ada dua hal dalam tahapan pemilu tahapan dan non tahapan. Dan satu hal yang krusial dianggap remeh yakni non tahapan atau peristiwa politik jelang pemilu. “Saya kira ini belum familiar yakni non tahapan artinya peristiwa politik. Ini tidak masuk tahapan, semisal deklarasi. Peristiwa politik ini menjadi aktifitas yang diawasi Bawaslu,” ungkapnya.

Dia juga menyebut dalam perjalanan politik di NTB dikatakan melanggar bila dalam acara atau program pemerintah ada nuansa politik. “Sehingga dari peristiwa politik yang ditemukan ada pelanggaran semisal menyuntikkan isu politik dalam program pemerintah. Nanti kita akan lahirkan rekomendasi atas peristiwa itu,” tuturnya.(k3)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here